Aspek Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Gerakan Studi Hukum Kritis

Authors

  • Usman Abdul Jihad Toisuta Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Usep Saepullah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.59246/aladalah.v4i2.1759

Keywords:

Studi Hukum Kritis, Filsafat Hukum, Keadilan Subtantif, Reformasi Hukum

Abstract

Artikel ini menganalisis Gerakan Studi Hukum Kritis (Critical Legal Studies) melalui kajian aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi sebagai kerangka filsafat hukum yang mengkritisi dominasi paradigma positivisme hukum dalam sistem hukum modern. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa hukum kerap dipahami sebagai sistem normatif yang netral, objektif, dan otonom, sementara dalam praktiknya hukum tidak dapat dilepaskan dari relasi sosial, politik, dan kekuasaan. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan filsafat hukum dan kritis, serta pendekatan konseptual dan historis, artikel ini mengkaji gagasan utama Studi Hukum Kritis dan relevansinya dalam konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis, Studi Hukum Kritis memandang hukum sebagai konstruksi sosial dan politik yang bersifat historis dan kontingen. Secara epistemologis, pengetahuan hukum dipahami sebagai produk relasi kekuasaan yang tidak bebas nilai, sehingga klaim objektivitas dan kepastian hukum perlu dibaca secara kritis melalui metode dekonstruksi dan kritik ideologi. Dari sisi aksiologis, Studi Hukum Kritis memiliki orientasi emansipatoris dengan menempatkan keadilan substantif dan pembebasan kelompok marjinal sebagai tujuan utama hukum. Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini relevan untuk mengkritisi praktik penegakan hukum yang masih dipengaruhi ketimpangan struktural serta mendorong reformasi hukum yang lebih responsif terhadap keadilan sosial. Artikel ini menegaskan pentingnya penguatan pendekatan kritis dalam pendidikan dan praktik hukum guna mewujudkan sistem hukum yang demokratis dan berkeadilan.

References

Arief, Barda Nawawi. Reformasi sistem peradilan: sistem penegakan hukum di Indonesia. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011.

Atmasasmita;, Romli. Rekonstruksi Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan. PT Gramedia Pustaka Utama, 2017. Jakarta. //library.iblam.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D21405.

Bernard, Dr, Dr Yoan N Simanjuntak, dan Dr Markus Y Hage. Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi ~A. t.t.

Bix, Brian. Jurisprudence: Theory and Context. 6. ed. Carolina Acad. Press, 2012.

Garner, Bryan A. [editor]; Black’s Law Dictionary, 10th Edition. Thomson Reuters, 2014. St. Paul. //digilib.uki.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D14233%26keywords%3D.

Hart, Herbert Lionel Adolphus, dan Leslie Green. The Concept of Law. Oxford University Press, 2012.

Irianto, Sulistyowati. “Pluralisme hukum dalam perspektif global.” Kajian sosio-legal, Denpasar, Pustaka Larasan, 2012. https://scholar.google.com/scholar?cluster=3927399934255058627&hl=en&oi=scholarr.

Kelman, Mark. A Guide to Critical Legal Studies. 1987, no. 6 (1987): 1138–50. https://doi.org/10.2307/1372599.

Kennedy, Duncan. “Freedom and Constraint in Adjudication: A Critical Phenomenology.” Diakses 16 Desember 2025. https://jle.aals.org/home/vol36/iss4/9/.

Kennedy, Duncan. “Legal Education and the Reproduction of Hierarchy.” Journal of Legal Education 32, no. 4 (1982): 591–615. https://jle.aals.org/home/vol32/iss4/5.

Kennedy, Duncan. THE POLITICAL SIGNIFICANCE OF THE STRUCTURE OF THE LAW SCHOOL CURRICULUM. t.t.

Kennedy, Duncan. “The Structure of Blackstone’s Commentaries.” Diakses 16 Desember 2025. https://digitalcommons.law.buffalo.edu/buffalolawreview/vol28/iss2/2/.

Marzuki, Mahmud. Penelitian hukum: Edisi revisi. Prenada Media, 2017. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=CKZADwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=info:Pu8ObaCJKEMJ:scholar.google.com&ots=mnMsmX7aRG&sig=DvRb3TLgS4KSEAt11eRcEf_FpyI.

Mochtar, Zainal Arifin. Lembaga negara independen: dinamika perkembangan dan urgensi penataannya kembali pasca amandemen konstitusi. PT RajaGrafindo Persada, 2016. https://scholar.google.com/scholar?cluster=4658150135684924863&hl=en&oi=scholarr.

Murdoko, Murdoko, dan Mohammad Syifa Amin Widigdo. “Alternatif Penghukuman Selain Penjara: Analisis Hermeneutika Kritis Dan Critical Legal Studies.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 30, no. 1 (2023): 91–113. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss1.art5.

Rahardjo, Satjipto. Hukum dan masyarakat. Angkasa, 1980.

Rahardjo, Satjipto. “Hukum Progresif: Hukum Yang Membebaskan.” Jurnal Hukum Progresif 1, no. 1 (2011): 1–24. https://doi.org/10.14710/hp.1.1.1-24.

Rahardjo;, Satjipto. Ilmu Hukum. PT citra Aditya Bakti, 2012. Bandung. //library.iblam.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D20442.

Rahardjo, Satjipto. “Penegakan Hukum : Suatu Tinjauan Sosiologis.” Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Genta Publishing, 2009. https://library.stik-ptik.ac.id.

Soekanto, soerjono, dan sri mamudji. “Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat.” Diakses 16 Desember 2025. https://simpus.mkri.id/opac/detail-opac?id=7086.

Suchman, Mark C. “The Contract as Social Artifact.” Law & Society Review 37, no. 1 (2003): 91–142. https://doi.org/10.1111/1540-5893.3701003.

“The Critical Legal Studies Movement.” t.t. Diakses 16 Desember 2025. https://warwick.ac.uk/fac/soc/sociology/staff/sfuller/social_theory_law_2015-16/roberto_mangabeira_unger-the_critical_legal_studies_movement-harvard_university_press_1986.pdf.

Unger, Roberto Mangabeira. False Necessity. Cambridge University Press, 1987.

Unger, Roberto Mangabeira. Law in Modern Society. Simon and Schuster, 1977.

Unger, Roberto Mangabeira. Law in Modern Society : Toward a Criticism of Social Theory. With Internet Archive. New York : Free Press, 1976. http://archive.org/details/lawinmodernsocie00unge.

Unger;, Roberto Mangabeira. The Critical Legal Studies Movement. Harvard University Press, 1986. Cambridge. //perpustakaan.elsam.or.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D3197%26keywords%3D.

Downloads

Published

2026-02-17

How to Cite

Toisuta, U. A. J., & Saepullah, U. (2026). Aspek Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Gerakan Studi Hukum Kritis. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 4(2), 146–167. https://doi.org/10.59246/aladalah.v4i2.1759

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.